Aside

PERKEMBANGAN FILSAFAT DAN SAINS

Begitu dekat hubungan antara sains dan filsafat sehingga beberapa ilmu pengetahuan tertentu, khususnya cabang-cabang yang lebih umum, seperti matematika, fisika, kimia, biologi dan psikologi sangat diperlukan oleh mahasiswa filsafat. Sesungguhnya perluasan yang terjadi pada sains ini membuat kesusahan bagi para filsuf untuk menguasainya. Hal ini mendatangkan sebuah sifat kerendahan hati yang sehat. Berbagai sistem yang sudah jadi dan dibangun (dikonstruksi) tanpa mempertimbangkan hasil observasi dan eksperimen senantiasa kurang dihormati. Filsafat saat ini cenderung langsung menganalisa secara kritis konsep-konsep dan mempelajari berbagai makna dan nilai. Arti filsafat tidak lebih sebagai studi logis dan humanistis atas berbagai hal. Bagaimanapun juga filsuf yang ideal mesti menguasai sebanyak-banyaknya sains khusus.

A.FILSAFAT
Dari sekian pembagian ilmu dan pembahasan yang membicarakan filsafat, agaknya ada satu hal yang mendapat porsi lebih utama dari yang lainnya, dan yang satu hal ini dinamai dengan berbagai macam nama yang maksudnya tetap sama yaitu filsafat tinggi (’ulya), filsafat utama (aula), ilmu tertinggi (a’la), ilmu universal (kulli), teologi (Ilahiyah), dan filsafat metafisika.
Objek kajian materi filsafat yaitu :
1.Masalah Tuhan, yang sama sekali diluar atau diatas jangkauan ilmu pengetahuan biasa.
2.Masalah alam, yang belum atau tidak bisa dijawab dengan ilmu pengetahuan biasa.
3.Masalah manusia
Kegunaan Filsafat yaitu :
1.Pedoman dalam kenyataan kehidupan sehari-hari.
2.Melalui filsafat (salah satunya) tingkah lakunya akan lebih bernilai
3.Kehidupan dan penghidupan ke arah yang negatif akan dapat dihindari dan dikurangi.

B.SAINS
Kata sains berasal dari bahasa latin “scientia” yang berarti pengetahuan.memandang dan mengamati keberadaan (eksistensi) alam ini sebagai suatu objek. Sains merupakan suatu metode berpikir secara objektif. Tujuannya, menggambarkan dan memberi makana pada dunia yang faktual. Sains adalah gambaran yang lengkap dan konsisten tentang berbagai fakta pengalaman dalam suatu hubungan yang mungkin paling sederhana. Sains dalam hal ini merujuk kepada sebuah sistem untuk mendapatkan pengetahuan yang dengan menggunakan pengamatan dan eksperimen untuk menggambarkan dan menjelaskan fenomena – fenomena yang terjadi di alam .
Sejarah perkembangan sains menunjukkan bahwa sains berasal dari penggabungan dua tradisi tua, yaitu tradisi pemikiran filsafat yang dimulai oleh bangsa Yunani kuno serta tradisi keahlian atau keterampilan tangan yang berkembang di awal peradaban manusia yang telah ada jauh sebelum tradisi pertama lahir. Filsafat memberikan sumbangan berbagai konsep dan ide terhadap sains sedangkan keahlian tangan memberinya berbagai alat untuk pengamatan alam. Sains modern bisa lahir dari perumusan metode ilmiah yang disumbangkan Rene Descartes yang menyodorkan logika rasional dan deduksi oleh Francis Bacon yang menekankan pentingnya eksperimen dan observasi.
Sumbangan konsep dan ide dalam sains terbukti telah banyak mengubah pandangan manusia terhadap alam sekitarnya. Contoh yang paling terkenal adalah teori relativitas dari Albert Einstein. Teori relativitas umum ini misalnya telah mengubah pandangan orang secara drastis akan sifat kepastian waktu serta sifat massa yang dianggap tetap. Disamping kekuatan konsep dan ide, melalui keampuhan alat dan telitinya pengamatan, kegiatan sains juga terbukti menjadi pemicu berbagai revolusi ilmiah.

C.FILSAFAT DAN SAINS
Pada zaman ini, di barat filsafat khususnya metafisika dianggap bukanlah sebagai sains. Sebagaimana yang dikatakan August Comte, bahwa filsafat dalam bentuk metafisika adalah fase kedua dalam perkembangan manusia, setelah agama yang disebut sebagai fase pertamanya. Adapun yang disebut dengan fase ketiga atau fase yang paling modern dalam perkembangan manusia adalah sains yang bersifat positivistik (yang dapat dilihat oleh indra lahir manusia) daan karena sains merupakan perkembangan terakhir fase ketiga maka manusia modern harus meninggalkan fase-fase sebelumnya yang dianggap sudah kuno seperti fase agama, teologis dan metafisika filosofis jika ingin tetap bisa dikatakan sebagai manusia modern.
Berbeda dengan apa yang terjadi di barat, dalam tradisi ilmiah Islam filsafat tetap dipertahankan hingga kini dalam posisi ilmiahnya yang tinggi sebagai sumber atau basis bagi ilmu-ilmu umum yang biasa kita sebut sebagai sains, yakni cabang-cabang ilmu yang berkaitan dengan dunia empiris, dunia fisik. Dalam tradisi Islam, Filsafat adalah induk dari semua ilmu yang menelaah ilmu rasional (aqliyyah) seperti metafisika, fisika dan matematika. Adapun sains dalam tradisi ilmiah Islam adalah termasuk kedalam kelompok ilmu rasional dibawah ilmu-ilmu fisik, sehingga mau tidak mau sains harus tetap menginduk kepada filsafat, khususnya kepada metafisika filsafat. Alih-alih sains dikatakan terlepas dari filsafat sebagaimana yang disinyalir oleh August Comte, filsafat justru dipandang sebagai induk dari sains.
Selain sebagai basis metafisik ilmu (sains), filsafat juga bisa dijadikan sebagai basis moral bagi ilmu dengan alasan bahwa tujuan menuntut ilmu dari sudut aksiologis adalah untuk memperoleh kebahagiaan bagi siapa saja yang menuntutnya. Filsafat, khususnya Metafisika adalah ilmu yang mempelajari sebab pertama atau Tuhan, yang menempati derajat tertinggi dari objek ilmu. Oleh karena itu sudah semestinyalah jika metafisika dijadikan basis etis peneletian ilmiah karena ilmu ini akan memberikan kebahagiaan kepada siapa saja yang mengkajinya.

D.PERBEDAAN FILSAFAT DAN SAINS
Perbedaan yang paling mendasar antara filsafat dan sains adalah cara mengambil kesimpulan. Filsafat berusaha mencari kebenaran atas suatu hipotesa hanya dengan kekuatan berfikir. Sains bertumpu pada data-data yang telah diambil dan diverifikasi. Oleh karena itu keluaran yang dihasilkan juga berbeda tipe. Teori-teori keluaran filsafat bersifat Kualitatif dan Subjektif. Sedangkan sains menghasilkan output yang Kuantitatif dan Objektif.
Terdapat perbedaan yang hakiki antara filsafat dan sains, diantaranya:
1.Sains bersifat analisis dan hanya menggarap salah satu pengetahuan sebagai objek formalnya. Filsafat bersifat synopsis, artinya melihat segala sesuatu dengan menekankan secara keseluruhan, karena keseluruhan mempunyai sifat tersendiri yang tidak ada pada bagian-bagiannya.
2.Sains bersifat deskriptif tentang objeknya agar dapat menentukan fakta-fakta, netral dalam arti tidak memihak pada etik tertentu. Filsafat tidak hanya menggambarkan sesuatu melainkan membantu manusia untuk mengambil putusan-putusan tentang tujuan, nilai-nilai dan tentang apa-apa yang harus diperbuat manusia. Filsafat tidak netral karena faktor subjektif memegang peranan yang penting dalam filsafat.
3.Sains mengawali kerjanya dengan bertolak dan suatu asumsi yang tidak perlu diuji, sudah diakui dan diyakini kebenarannya. Filsafat bisa merenungkan kembali asumsi-asumsi yang telah ada untuk diuji ulang kebenarannya. Jadi, filsafat dapat meragukan setiap asumsi yang ada, dimana oleh sains telah diakui kebenarannya.
4.Sains menggunakan eksperimentasi terkontrol sebagai metode yang khas. Verfikasi terhadap teori dilakukan dengan cara menguji dalam praktek berdasarkan metode sains yang empiris. Filsafat selain menggunakan teori dapat juga menggunakan hasil sains, dilakukan dengan menggunakan akal pikiran yang didasarkan pada pengalaman insani.

E.TITIK TEMU FILSAFAT DAN SAINS
Ada beberapa titik temu antara filsafat dan sains yaitu :
1.Banyak ahli filsafat yang termasyhur yang telah memberikan sumbangannya terhadap
perkembangan sains modern, seperti Leibnitz yang menemukan kalkulus diferensial, Ibnu Kholdun yang telah memberikan sumbangannya terhadap perkembangan ilmu kedokteran dan Auguste Comte yang disebut Bapak Sosiologi yang mempelopori perkembangan ilmu sejarah dan sosiologi.
2.Filsafat dan sains keduanya menggunakan metode berpikir reflektif dalam menghadapi fakta dunia.
3.Filsafat dan sains keduanya menunjukan sikap kritis dan terbuka dan memberikan perhatian yang tidak berat sebelah terhadap kebenaran.
4.Filsafat dan sains keduanya tertarik terhadap pengetahuan yang terorganisir dan tersusun secara sistematis.
5.Sains membantu filsafat dalam mengembangkan sejumlah bahan deskriptif dan faktual serta esensial bagi pemikiran filsafat.
6.Sains mengoreksi filsafat dengan menghilangkan sejumlah ide-ide yang bertentangan dengan pengetahuan ilmiah.
7.Filsafat merangkum pengetahuan yang terpotong, yang menjadikan beraneka macam sains yang berbada serta menyusun bahan tersebut ke dalam suatu pandangan tentang hidup dan dunia yang lebih menyeluruh dan terpadu.

PERKEMBANGAN FILSAFAT DAN SAINS

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s