Aside

ABSTRAK
Gaya hidup masyarakat global yang serba cepat dan praktis sangat mempengaruhi pola pikir dan perilaku mahasiswa. Sebagai masyarakat ilmiah, mereka juga senantiasa menampilkan sosok gaya hidup global, seperti pola pandangan serba cepat dan praktis tanpa memikirkan apa akibatnya. Hal itu dikarenakan tuntutan sebagai mahasiwa untuk mendapatkan nilai akademis tertinggi merupakan gengsi tersendiri. Untuk itu, pentingnya orientasi hidup yang baik perlu ditanamkan kepada mahasiswa dengan cara mengubah terlebih dahulu orientasi pendidikan itu sendiri.
Kata kunci : Mahasiswa, orientasi hidup, orientasi pendidikan

PENDAHULUAN
Fakta telah menunjukan bahwa perkembangan global sebagai dampak modernisasi banyak menimbulkan paradoksal dalam kehidupan manusia. Ini dapat dicermati dari munculnya persoalan global yang menyentuh sisi-sisi kemanusiaan seperti krisis tentang makna dan tujuan hidup. Krisis tujuan hidup ini berdampak pada gaya hidup manusia yang ingin serba cepat dan praktis tanpa memikirkan apa akibatnya. Kecenderungan tersebut berimbas pada dunia perguruan tinggi. Sebagai lembaga terbuka dan tempat pemerolehan pendidikan, Perguruan tinggi dan masyarakatnya terutama mahasiswa mampu menerima, menikmati dan mengakses berbagai macam informasi melalui berbagai macam media. Berbagai macam informasi yang diperoleh mempengaruhi orientasi hidup mahasiswa seperti gaya hidupnya yang serba instan.
Pendidikan yang diharapkan mampu menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi. Kaum terdidik yang diharapkan mampu menunjukkan sikap moral dan etika. Namun yang terjadi adalah sebaliknya, banyak sekali kaum terdidik yang justru menjadi aktor tindakan kejahatan. Ini menjadi suatu problema, betapa orang terdidik yang diharapkan menjadi tauladan justru mempraktekkan tindakan kejahatan.
Penyelewengan kaum terdidik ini antara lain disebabkan karena orientasi hidup yang kehilangan arah. Mereka yang seharusnya menuntut ilmu justru hanya berorientasi pada nilai semata. Tak heran berbagai kecurangan dan penyelewengan pun dilakukan demi untuk pemenuhan tujuan tersebut. Untuk mengubah kecenderungan ini, hal yang harus dilakukan adalah menimbulkan kesadaran terhadap mahasiswa tentang orientasi hidup yang baik dengan cara mengubah orientasi pendidikan itu sendiri.
Untuk itu, masalah yang akan dibahas dalam tulisan ini dapat dirumuskan sebagai berikut “Bagaimana pentingnya orientasi hidup yang baik bagi mahasiswa dan bagaimana orientasi pendidikan itu sendiri?”. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui pentingnya orientasi hidup yang baik bagi mahasiswa dan kondisi orientasi pendidikan itu sendiri.

PEMBAHASAN
Kondisi sekarang
Orientasi hidup mahasiswa zaman sekarang sudah berubah drastis, tidak lagi kritis, idealis apalagi untuk jadi aktivis. Cenderung bersikap materialistis, apatis dan individualis. Entah siapa yang salah, realita tersebut berkembang di zaman yang membutuhkan figur-figur baru untuk merubah dan meneruskan eksistensi bangsa. Di kampus ada 3 kategori sifat mahasiswa. Pertama akademisi, kedua organisatoris, dan ketiga hedonis. Dari ketiga sifat tersebut yang menurut saya paling merugikan adalah hedonis, Karena sifat tersebut istilahnya adalah hanya kuliah pulang-kuliah pulang tak memikirkan betapa beruntungnya mereka yang bisa melanjutkan kuliah dan merasakan pendidikan yang tinggi tapi hanya diisi dengan foya-foya (gaya berpakaian) serta tak peduli dengan pendidikan.
Sifat akademisi adalah mereka yang melulu berkutat pada pendidikan dan bagaimana caranya meningkatkan kemampuan serta nilai, mereka yang bersifat seperti ini biasanya selalu belajar dan belajar juga. Sifat ini membantu mahasiswa yang menyelesaikan studinya lebih cepat dari sifat-sifat lainnya. Sifat ini berguna ketika melamar pekerjaan karena mempunyai indeks prestasi yang tinggi, hanya sebatas sebagai daya tarik saja untuk mendapatkan waktu interview tetapi apakah mereka dapat dikatakan sebagai mahasiswa yang berintelektual?
Organisatoris sendiri adalah mereka yang senang akan mengatur diri sendiri ataupun orang lain dan sifat ini menurut saya lebih baik dari hedonis. Organisatoris tak melulu hanya berorganisasi dan mengenyampingkan studi, tapi lebih dari itu, sangat memikirkan bagaimana anggotanya dapat berkembang baik dalam dunia pendidikan ataupun pemerintahan. Berorganisasi baik itu ekstra atau intra akan bermanfaat nanti ketika mereka yang bersifat ini telah menyelesaikan studinya, dan akan terlihat bagaimana nanti mereka yang organisator mana yang tidak bekerja dalam satu tim.

Pentingnya orientasi hidup yang baik
Ditilik dari dunia pekerjaan yang sudah pasti dibutuhkan adalah sdm yang unggul. Mereka yang mempunyai perbedaan dari kebanyakan manusia lainnya. Itulah mengapa yang namanya pemimpin sangat sedikit. Oleh Karena itu dalam dunia pendidikan ada sebuah tolak ukur untuk mengukur tingkat kapasitas pendidikan seseorang. Namun masalahnya adalah ukuran tersebut semakin mengerucut tidak dimengerti maknanya. Sudah barang pasti kalau IPK adalah ukuran fisik dalam sebuah kapasitas pendidikan seseorang di perguruan tinggi. Namun ada satu hal yang sudah banyak dilupakan dari ukuran pendidikan yang sebenarnya, yaitu kesadaran untuk mengembangkan potensi diri agar mempunyai karakter unggul, berbeda, dengan kekuatan spiritual, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, wawasan umum, akhlak mulia, serta manfaat bagi masyarakat. Potensi diri seperti ini yang disebut mahasiswa berorientasi hidup yang baik. Hal tersebut tidak bisa dilihat dari tingginya sebuah IPK seseorang.
Mahasiswa yang berorientasi baik memiliki predikat pendidikan menengah ke atas dari dulu hingga kini akan selalu memiliki fungsi strategis, yaitu sebagai pengganti kuat, pengubah yang lebih baik, kontrol sosial dan bermoral.
•Pengganti kuat
Mahasiswa adalah generasi penerus bangsa untuk mengganti atau memperkuat generasi yang sudah tua. Jadi mahasiswa harus bisa menjadi pengganti orang-orang yang memimpin di pemerintahan, dan untuk itu dibutuhkan mahasiswa yang bermental kuat sekuat besi menjadi manusia-manusia tangguh yang memiliki kemampuan dan akhlak mulia yang nantinya dapat menggantikan generasi-generasi sebelumnya. Intinya mahasiswa itu merupakan aset, cadangan, harapan bangsa untuk masa depan. Tak dapat dipungkiri bahwa seluruh organisasi yang ada akan bersifat mengalir, yaitu ditandai dengan pergantian kekuasaan dari golongan tua ke golongan muda, oleh karena itu kaderisasi harus dilakukan terus-menerus. Dunia kampus dan kemahasiswaannya merupakan momentum kaderisasi yang sangat sayang bila tidak dimanfaatkan bagi mereka yang memiliki kesempatan.
•Pengubah yang baik
Mahasiswa adalah salah satu harapan suatu bangsa agar bisa berubah ke arah lebih baik. Hal ini dikarenakan mahasiswa dianggap memiliki intelek yang cukup bagus dan kematangan berpikir yang cukup luwes. Maksudnya, bila ada sesuatu yang terjadi di lingkungan sekitar dan itu salah, mahasiswa dituntut untuk merubahnya sesuai dengan harapan sesungguhnya.
•Kontrol sosial
Mahasiswa diupayakan agar mampu mengkritik, memberi saran dan memberi solusi jika keadaan sosial bangsa sudah tidak sesuai dengan cita-cita dan tujuan bangsa. Jadi, selain pintar dalam bidang akademis,mahasiswa juga harus pintar dalam bersosialisasi dengan lingkungan.
•Bermoral
Mahasiswa harus punya moral yang baik agar bisa merubah bangsa ke arah lebih baik jika moral bangsa sudah sangat buruk. Baik melalui kritik secara diplomatis ataupun aksi. Jadi, bila di lingkungan sekitar terjadi hal-hal yang tidak bermoral, maka mahasiswa dituntut untuk merubah dan meluruskan kembali sesuai apa yang diharapkan demi terwujudnya bangsa yang adil dan sejahtera.

Upaya menanggulangi
Berbagai cara dilakukan mahasiswa untuk memperoleh nilai setinggi-tingginya. Berbagai kecurangan dan penyelewengan pun dilakukan demi untuk pemenuhan tujuan tersebut. Tidak ada yang salah dengan perolehan IPK 4 atau nilai 10. Nilai setinggi ini justru menjadi kebanggaan dan patut dihargai. Masalahnya adalah ketika menghalalkan segala cara untuk mendapatkan nilai tersebut. Bila disaat belajar ia telah terbiasa dengan kebohongan dan penyelewengan, tak ayal tindakan ini akan terus berlanjut hingga ke dunia kerja.
Untuk mengubah kecenderungan ini, salah satu hal yang harus dilakukan adalah mengubah orientasi pendidikan itu sendiri. Lembaga pendidikan mesti menanamkan orientasi yang benar kepada para peserta didiknya. Semua kaum terdidik harus diarahkan agar tidak hanya menjadikan nilai sebagai orientasi, tetapi untuk mengembangkannya agar menjadi kemaslahatan bagi umat. Hal ini akan mengantarkan mereka kepada kesuksesan yang sebenarnya. Setiap mahasiswa juga harus menanamkan orientasi pendidikan yang benar. Fitzhugh Dodson menyatakan “Tanpa rumusan tujuan dan perencanaan yang jelas maka langkah hidup bisa dibayangkan akan seperti nakoda yang kehilangan arah”. Berikut ini cara mengubah orientasi pendidikan (perbaikan proses pendidikan) yaitu ;
– Melibatkan mahasiswa dalam berbagai project nyata yang dapat melatih dan mendekatkan ilmu yang akan digunakan di dunia kerja pada akhirnya nanti.
– Mengembangkan kompetensi pengujian bergaya pragmatis. Lebih baik mengarahkan pada gaya pendekatan pengembangan projek atau laporan analisa
– Mengembangkan kemampuan mahasiswa untuk memiliki kemampuan verbal dan tulis
– Mewajibkan mahasiswa memiliki blog untu menuliskan aktifitas, laporan tugas serta sebagai wadah membina kemampuan tulis.
– Mewajibkan mahasiswa untuk mempresentasikan projek di depan kelas sebagai Pembina kemampuan verbal. Ingat, seseorang pendiam pun bukan berarti ia memiliki kekekurangan dalam verbal

PENUTUP
Orientasi hidup mahasiswa zaman sekarang sudah berubah drastis. Cenderung bersikap materialistis, apatis dan individualis. Entah siapa yang salah, realita tersebut berkembang di zaman yang membutuhkan figur-figur baru untuk merubah dan meneruskan eksistensi bangsa. Banyak penyelewengan yang terjadi di zaman yang serba instan ini. Hal ini disebabkan karena orientasi hidup yang kehilangan arah. Mereka yang seharusnya menuntut ilmu justru hanya berorientasi pada nilai semata. Untuk mengubah kecenderungan ini, salah satu hal yang harus dilakukan adalah mengubah orientasi pendidikan itu sendiri. Lembaga pendidikan mesti menanamkan orientasi yang benar kepada para peserta didiknya.

Daftar Pustaka
Dikutip dari Pema USM. 2010. Mahasiswa yang memiliki predikat. Universitas Serambi Mekah. Aceh
Dikutip dari blog Sophiemoo. 2010. Gaya Hidup Mahasiswa Jaman Sekarang
Tim Pengajar Mata Kuliah Perkembangan Peserta Didik. 2011. Diktat Perkembangan Peserta Didik. Universitas Negeri Medan. Medan

PENTINGNYA ORIENTASI HIDUP YANG BAIK BAGI MAHASISWA SEBAGAI SUBJEK TERDIDIK

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s