Ini Medan Bung !!


“Berbeda-beda tetapi tetap satu jua”
Bungkusan rapi Bhineka Tunggal Ika itu hendaknya mampu menjadi pemacu motivasi keberagaman di Indonesia. Begitu banyak budaya lahir di negeri ini, begitu banyak bahasa yang ada di negeri ini. Namun semua menjadi satu dan bersatu dalam nama Indonesia. Apapun warna kulitnya, apapun bahasanya, apapun budayanya semua satu dalam naungan negeri tercinta Indonesia. Banyaknya perbedaan seharusnya menjadi pemersatu keberagaman dalam mengembangkan kreativitas bukan untuk saling menyalahkan dan saling membenarkan kepentingan masing-masing.
Medan sebagai kota majemuk yang menjadi bagian dari keberagaman di Indonesia itu memberikan pesonanya tersendiri. Teletak pada 3,300 – 340 Lintang Utara dan 98,350 – 98,440 Bujur Timur, kota Medan cenderung miring ke sebelah utara. Ketinggian Medan berada pada 2,5 – 37,5 diatas permukaan laut. Separuh daerah Medan terletak bersebelahan dengan daerah laut yaitu pantai barat belawan, dan daerah Medan tidak memiliki daerah dataran tinggi. Dataran tinggi terdekat berada di wilayah kabupaten Karo. Hal ini menjadikan daerah Medan memiliki suhu udara yang cukup panas apalagi ditambah dengan berkembangnya dunia industri dan semakin padatnya pemukiman penduduk.
Keberagaman Medan terlihat dari etnik dan budaya masyarakatnya. Hal ini tercermin dari sajian makanan yang beraneka ragam. Kelebihan itu memberi dampak positif karena citarasa makanan khasnya dapat dinikmati lidah setiap orang, bahkan pendatang. Anugerah tersebut dimanfaatkan betul oleh masyarakatnya. Hampir di setiap sudut kota kita jumpai tempat jajanan dengan konsep-konsep yang istimewa. Medan memang surganya makanan. Dimulai dari titik nol kota Medan yaitu Merdeka Walk yang menawarkan sajian aneka hidangan mulai dari makanan tradisional, barat, China bahkan India. Kalau lagi beruntung kita bisa menyantap makanan sambil ditemani bintang-bintang karena letaknya diudara terbuka.
Etnis Medan yang terdiri dari melayu, batak, jawa, minang, mandailing, china bahkan india tidak menjadikan kota ini kota yang penuh konflik. Keberagaman etnik dan kultur yang melekat di dalam struktur kehidupan masyarakat kota Medan ini menandakan bahwa Medan mampu menjadi kota metropolitan yang madani. Unsur kebersamaan dalam memajukan daerah sepertinya sudah terbiasa dilakukan masyarakat pribumi mulai dari dahulu sampai sekarang. Artinya implementasi kekerabatan dijadikan modal dalam konsep pembangunan sehingga walikota pada periode yang lalu memakai istilah “bekerja sama dan sama-sama bekerja”. Ungkapan yang sederhana tetapi cukup filosofis.
Melalui keberagaman suku, agama, ras dan antar golongan di lapisan masyarakat kota Medan telah terjalin hubungan yang harmonis. Sehingga dari beberapa kurun waktu Medan selalu kondusif. Hal ini bisa dilihat beberapa mesjid yang letaknya bersebelahan dengan gereja. Mereka beribadah tanpa menggangu atau menekan yang lain. Saling toleransi, itu kuncinya.
Perpaduan dan pencampuran gaya arsitektur kebudayaan besar dunia juga bisa kita lihat disini. Seperti istana maimon dengan nuansa melayu Eropanya, mesjid raya yang memadukan gaya Moor, India, Andalusia, dan Eropa, masjid ini juga telah menjadi salah satu ikon dari Kota Raya julukan dari kota Medan, kediaman tjong a fie yang kental dengan nuansa pecinannya, cafe tiptop, kesawan dan sebagainya. Hal ini mencerminkan betapa kekuatan kota ini bergantung kepada beragamnya bangsa yang mendiami kota. Perpaduan budaya ini pula yang membentuk watak bertahan hidup yang terkenal dari penduduk Medan. Medan kini telah berubah menjadi kota metropolis di penjuru utara Sumatera. Walaupun demikian, masyarakatnya masih mau menghargai situs-situs sejarah dimana semangat kejayaan masa lalu mengiringi degup jantung kota ini. Seperti yang sering dibilang orang Medan “Ini Medan Bung !!”.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s